Saat Dimana Kamu Benar Benar Pergi

Saat kamu bilang kamu tidak mencintaiku lagi, aku sudah tau bahwa titik kamu menghilang dari kehidupanku akan datang dg cepat. Setelah memahami keadaannya, aku tetap menyangkal ke-tidak cinta-an mu padaku. Kusangkal dengan harapan bahwa kau hanya tak ingin menyakitiku. Bahwa sesungguhnya kamu hanya menjaga agar aku tak runtuh. Bahwa kau masih memikirkanku. Kau masih mengingatku. Masih merindukanku.

Penyangkalan yang selalu sia-sia.

Bila kamu memang mencintaiku maka kamu tak harus pergi. Kamu bisa tetap berada disini merajut hari bersamaku. hari hari manis perasaan cinta yg menggebu seperti beberapa waktu yang lalu.

Tapi itulah cintamu, dangkal. Usia cintamu tak selama masa hidup kupu-kupu. Lalu kuterima kabar bahwa kau telah mencinta wanita lain. Yah itulah kamu, secepat itu kamu datang. Secepat itu pula kamu pergi.

Aku, manusia yang kau sisihkan. Karna tidak ada cukup ruang untuk ku dan wanita itu, maka kau usir aku dari hatimu yg sempit itu. Perasaan yang tidak sanggup kau tampung eh?

Tidak apa, aku terima. Katamu kau mencintainya. Aku terima. Begitulah hidup. Kadang kita diinginkan, kadang diusir. Aku mengerti. 😀 Beginilah seharusnya.

Tapi yang harus kamu pahami, saat kamu pergi, tak ada jalan untuk kembali. Dan aku tak ingin kau jadikan aku sebagai penyesalan pertamamu. Tapi aku yakinkan. Saat kamu melihatku lagi, kamu akan tercenung, merenung, dan berkata.

“Betapa bodohnya aku telah melewatkan Kamu.”

Dan inilah saatnya, saat dimana kamu benar benar pergi. Dan aku telah merelakanmu. 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s